Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan

Perusahaan pasti ingin perusahaannya terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman, sehingga perusahaan dalam kegiatan operasionalnya akan berusaha untuk terus-menerus meningkatkan nilai perusahaannya. Nilai perusahaan merupakan bagian terpenting dari dalam perusahaan, karena dapat meningkatkan nilai perusahaan merupakan tujuan dari perusahaan. Nilai perusahaan bisa menggambarkan perusahaan dalam keadaan baik atau buruk. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat investor tertarik untuk melakukan investasi di perusahaan. Investasi tersebut akan mempengaruhi pasar modal, sehingga pada nantinya akan membuat harga saham perusahaan juga meningkat.

Manajemen laba di dalam perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kualitas laba perusahaan, karena manajer sebagai pengelola perusahaan yang akan menyajikan laporan laba di dalam laporan keuangan bisa mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas laba perusahaan. Kualitas laba berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan bisa disebabkan karena banyaknya perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan kecurangan di dalam laporan keuangannya yang mecatatkan laba yang tinggi tetapi tingkat pengembaliannya kecil. Hal tersebut membuat investor lebih tertarik melakukan investasi ke perusahaan yang memiliki laba yang kecil tetapi memiliki nilai perusahaan yang terus meningkat karena investor bisa mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi dan investor bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi dari hasil investasinya.

Kualitas laba merupakan suatu ukuran untuk mencocokkan apakah laba yang dihasilkan sama dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Kualitas laba semakin tinggi jika mendekati perencanaan awal atau melebihi target dari rencana awal.Kualitas laba rendah jikadalam menyajikan laba tidak sesuai dengan laba sebenarnnya sehingga informasi yang didapat dari laporan laba menjadi bias dan dampaknya menyesatkan kreditor dan investor dalam mengambil keputusan.

Kualitas laba yang baik secara otomatis akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang terus meningkat Sebaliknya, bila kualitas laba yang buruk membuat nilai perusahaan akan menurun. Nilai perusahaan yang tinggi akan berpengaruh terhadap para pemegang saham yang akan selalu menginvestasikan modalnya kepada perusahaan, karena nantinya para pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang berlipat dari investasi tersebut. Sedangkan rendahnya kualitas laba di dalam laporan keuangan yang dihasilkan program akuntansi dapat membuat para pemakainya seperti manajemen perusahaan dan pihak eksternal terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan, sehingga akan membuat nilai perusahaan menurun. Ukuran suatu kualitas laba dapat memprediksi pergerakan harga saham untuk di masa yang akan datang, sehingga harga saham tersebut akan langsung mempengaruhi nilai perusahaan.

Faktor yang mempengaruhi kualitas laba adalah ;

  1. Risiko
    merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan investor dalam berinvestasi di pasar modal sehingga informasi risiko menjadi penting. Investor cenderung berinvestasi pada perusahaan yang memiliki risiko rendah dibandingkan perusahaan dengan risiko yang tinggi
  1. Ukuran Perusahaan
    Perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki modal lebih besar (pemegang sahamnya dan atau kreditur lebih banyak), karyawan lebih banyak (orang yang terlibat lebih banyak), penjualan lebih besar (pelanggan lebih banyak). Sehingga perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibandingkan perusahaan berukuran kecil. Perusahaan besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki harapan mampu untuk mencukupi aktivitas dalam jangka waktu yang relatif lama. Investor tidak lagi melihat pada laba yang dihasilkan oleh perusahaan dan cenderung melihat informasi lain selain laba. Perusahaan besar memberikan banyak informasi non-akuntansi seperti struktur modal, pengungkapan tanggung jawab sosial, dan rencana strategik perusahaan.
  1. Kualitas CSR
    Selain informasi akuntansi, informasi non-akuntansi juga digunakan oleh pemodal sebagai alat untuk menginterprestasikan laporan keuangan dengan lebih baik. Salah satu informasi non-akuntansi yang dimaksud yaitu informasi mengenai tanggung jawab sosial perusahaan. Khususnya perusahaan berkategori high profile yang mempunyai tingkat sensitivitas tinggi terhadap kerusakan lingkungan, maka perusahaan tersebut lebih dituntut untuk memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi pula. Selain itu perusahaan high profile juga memiliki kompleksitas terhadap stakeholder yang dimiliki sehingga rentan terhadap potensi risiko yang harus dihadapi. Jadi perusahaan tersebut akan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial sebaik mungkin.
  1. Struktur modal
    Struktur modal adalah hasil atau akibat dari keputusan pendanaan (financial decision) yang pada intinya memilih apakah menggunakan utang atau ekuitas untuk mendanai aktivitas operasional perusahaan. Penggunaan utang yang lebih besar dibandingkan dengan ekuitas pemegang saham menyebabkan semakin besar pula beban bunga yang akan ditanggung perusahaan. Oleh sebab itu, sebelum mengambil keputusan investasi, investor tidak hanya melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba tetapi juga penggunaan utang perusahaan, karena hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan dan return yang akan diterima oleh investor. Informasi laba perusahaan yang memiliki leverage tinggi akan kurang direspon oleh investor.

Oleh sebab itu kualitas laba sangat berhubungan dengan nilai dari suatu perusahaan dan dapat menjadi acuan bagi investor untuk mempertimbangkan apakah investor tersebut bersedia untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut dengan melihat nilai perusahaan. Dan perlu kita ingat bahwa suatu perusahaan harus juga menimbang faktor yang mempengaruhi kualitas laba untuk mempertahankan nilai sebuah perusahaan.